Ikastara adalah Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara, sebuah organisasi perhimpunan bagi seluruh alumni SMA Taruna Nusantara. Sebagai organisasi, Ikastara secara resmi berdiri pada tanggal 11 Juni 1994 di Magelang.

Ikastara tidak sekedar perhimpunan alumni belaka. Lebih dari itu, Ikastara merupakan wadah bagi para alumni untuk melanggengkan ikatan persaudaraan yang khas, merajut sinergi dalam karya dan penjaga idealisme alumni SMA Taruna Nusantara dalam rangka mewujudkan janji Tri Prasetya Siswa.

Sampai saat ini, anggota ikastara telah mencapai lebih dari 7200 alumni yang terdiri dari 25 angkatan. Anggota Ikastara tersebar hampir merata di semua profesi yang ada, mulai dari TNI, Polri, Hukum, Ekonomi, Perbankan, Migas, Kedokteran, Sains, Teknologi, Komunikasi, Budaya, dan sebagainya. Secara geografis, keberadaan anggota Ikastara tersebar baik di seluruh Nusantara maupun di luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, Austria, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Malaysia, Perancis, Selandia Baru, Singapura, dan beberapa negara di Semenanjung Arab.

Untuk mewujudkan cita-citanya, Ikastara telah melalui beberapa fase perkembangan. Di masa-masa awal pendiriannya (1994-2000), Ikastara berada dalam fase inisiasi dimana dilakukan penataan organisasi, pembangunan jaringan dan pemetaan awal potensi-potensi alumni. Fase berikutnya (2000-2017) adalah fase konsolidasi dimana Ikastara membangun sebuah sistem organisasi yang lebih mapan, mendirikan cabang-cabang serta berbagai kelengkapan organisasi lainnya.

Kini, sejak Munas VIII 2017, Ikastara memiliki visi untuk bersatu aktif membangun bangsa untuk Indonesia maju berkarakter.

 

Sekilas tentang SMA Taruna Nusantara

SMA Taruna Nusantara berdiri pada tanggal 14 Juli 1990, di kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sekolah yang dikelola oleh Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) ini merupakan hasil kerjasama antara Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman (YKPBS) yang kini berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan, dan Yayasan Kebangkitan Nasional (YKN) yang didirikan oleh Perguruan Taman Siswa.

Pola pendidikan yang diterapkan oleh SMA Taruna Nusantara merupakan gabungan antara pola pendidikan yang berlaku di lingkungan TNI dengan pola pendidikan yang berlaku di Taman Siswa. Dalam kehidupan kesehariannya, para siswa-siswi berinteraksi dengan rekan-rekannya dan para Pamong (pengajar dan staf sekolah) selama 24 jam sehari dalam konsep pola asah, asih dan asuh, yang merupakan ciri khas Perguruan Taman Siswa. Selain itu, untuk memupuk semangat nasionalisme dan patriotisme, siswa-siswi SMA Taruna Nusantara hidup dalam disiplin yang tinggi serta ditanamkan nilai-nilai yang selalu dijunjung oleh almamater: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.

Siswa-siswi SMA Taruna Nusantara berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diterima dan dilantik secara resmi sebagai bagian dari keluarga besar SMA Taruna Nusantara setelah melalui serangkaian proses seleksi dan ujian yang ketat, mulai dari tes administratif, akademis, kesehatan, psikologis, kesamaptaan jasmani, dan wawancara. Karena proses seleksi yang sangat kompetitif ini, dari sekitar 7.000 orang pendaftar per tahunnya, LPTTN mencatat hanya antara 250 orang (1990-1995) sampai 330 orang (sejak 1996 sampai sekarang) yang diterima menjadi siswa-siswi SMA TN.

Untuk informasi lebih lengkap: http://taruna-nusantara-mgl.sch.id