Langkah tim sepak takraw putri Indonesia saat melakukan walkout lawan Malaysia dalam ajang SEA Games 2017 tempo hari, karena keputusan wasit yang berat sebelah, bukanlah fenomena baru dalam ajang kompetisi olahraga antar-negara. Sejarah mencatat, negara yang menjadi tuan rumah cenderung lebih mudah mendapatkan medali karena berbagai hal. Contohnya seperti dukungan suporter yang masif sehingga para atlet mendapatkan motivasi ekstra dalam bertanding.

Namun, faktor-faktor lain juga sering menjadi pendorong kemudahan negara penyelenggara dalam memperoleh medali. Banyak diantaranya dilakukan dengan cara yang kontroversial.

 

Modus

Berikut 5 modus yang sering dilakukan untuk meraih medali:
1. Gangguan Suporter
Intimidasi dari fans pendukung tuan rumah adalah hal yang jamak dalam olahraga permainan. Mulai dari yel-yel yang bersifat provokatif untuk mengganggu konsentrasi tim lawan, sampai dengan hal-hal ekstrim dengan mendatangi penginapan tim lawan pada malah hari agar tim lawan tidak dapat tidur nyenyak.

Pada Piala Dunia 2010, supporter Afrika Selatan meniupkan terompet Vuvuzela yang bernada sumbang saat pertandingan. Rivalitas Indonesia – Malaysia juga pernah diwarnai dengan insiden penembakan sinar laser oleh suporter pada saat pertandingan final AFF – 2010 sehingga timnas Indonesia sempat melakukan protes keras pada wasit.

2. Undian yang menguntungkan
Pengaturan undian dilakukan agar negara penyelenggara mendapatkan grup yang relatif ‘‘mudah’’ sehingga dapat lolos ke Babak selanjutnya. Contoh paling segar adalah undian cabang olahraga Sepakbola SEA Games 2017 dimana tim tuan rumah ditempatkan di Grup A yang hanya terdiri dari 5 tim, sedangkan Grup B diisi oleh 6 tim dengan negara-negara yang cukup kuat seperti Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Tim tuan rumah memiliki keuntungan cukup besar dengan pembagian grup ini karena hanya bertanding 4x dan memiliki waktu istirahat lebih lama dalam babak penyisihan Grup dibandingkan dengan tim-tim di Grup B. Jika tim tuan rumah lolos ke Semifinal, mereka akan melawan salah satu wakil Grup B yang energi nya sudah cukup terkuras habis karena masuk dalam ‘‘Grup Neraka‘‘.

3. Kepemimpinan wasit
Keputusan wasit yang berat sebelah adalah modus yang paling ‘‘kasar‘‘ dalam pertandingan karena dapat terlihat dengan jelas oleh para penonton sehingga dapat mencederai citra cabang olahraga tersebut. Cabang-cabang olahraga yang sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan Juri atau wasit adalah cabang olahraga permainan seperti Sepakbola, Voli, Basket, dan Sepak Takraw.

Kepemimpinan juri yang kontroversial juga bisa dilakukan secara tidak langsung. Misalnya Negara A akan memantau Negara B dan C sebagai calon lawan di babak final. Jika Negara B dipandang lebih kuat, maka wasit dari Negara A akan ‘’mengerjai’’ Negara B saat semifinal, sehingga di Babak Final akan mendapatkan lawan Negara C yang relatif lebih lemah. Cara – cara kontroversial seperti ini tentu sulit dilakukan untuk olahraga terukur seperti lari dan renang karena tidak ada subyektifitas kepemimpinan wasit.

4. Penambahan cabang olahraga
Penambahan cabang olahraga (Cabor) yang tidak familiar di negara lain adalah cara yang paling mudah bagi negara tuan rumah untuk menambang medali. Indonesia pernah menambahkan Cabor Tarung Derajat pada SEA Games 2011; sedangkan pada Sea Games 2017 tim tuan rumah menambahkan beberapa cabor baru seperti Figure Skating, Bridge dan Cricket.

Selain menambahkan cabang olahraga baru, tim tuan rumah dapat menghilangkan cabang-cabang lain yang bukan merupakan lumbung medali bagi negaranya. Contohnya perahu naga yang menjadi andalan Indonesia di SEA Games 2011 dan 2013 tidak dipertandingkan dalam SEA Games 2017 karena Tim Malaysia tidak cukup kuat dalam cabang ini.

5. Pengaturan Panitia Penyelenggara
Berbagai aspek non-teknis juga dapat menjadi faktor pendukung untuk menyisihkan tim lawan. Hal ini sangat bergantung pada kreativitas panitia penyelenggara untuk merusak konsentrasi lawan. Entah hal itu dilakukan secara sengaja atau tidak, tapi manajemen yang buruk dari panitia penyelenggara sering kali ditemui. Di SEA Games 2017, timnas Sepakbola Indonesia sempat diberitakan kehabisan jatah breakfast di Hotel tempat penginapan. Insiden lain adalah bendera terbalik Indonesia di buku Panduan SEA Games 2017.

Di Piala AFF 2010, Nurdin Halid pernah mengklaim bahwa panitia pelaksana membuat pemain Indonesia menunggu lama kedatangan bus ke tempat latihan. Nurdin juga menyatakan bahwa terdapat taburan berupa serbuk di depan gawang saat timnas berlatih dan membuat beberapa kiper gatal-gatal.

 

Menjadi Pionir Agen Perubahan

Fair Play adalah suatu konsep yang kompleks dan tidak hanya berhubungan dengan dunia olahraga, tapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang diterapkan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bangsa yang berkarakter, Indonesia harus menjadi pionir agen perubahan untuk menghilangkan tradisi buruk yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh medali. Hal ini dapat kita mulai dalam event Asian Games 2018, dimana Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara. Nilai-nilai persahabatan, integritas, spirit kebersamaan dan solidaritas antar bangsa harus menjadi nilai-nilai yang dijunjung tinggi.

 

(AHS/TN11)

 

 

 

Abdil Halimis Stani

Penulis adalah Pemerhati Olah Raga dan Alumni TN angkatan XI.